Sejarah dan Perkembangan Yoga

Oleh : Kadek Drs. Kadek Yudhiantara, MAP

Where there is Yoga. There is prosperity,success, freedom and bliss (B.K.Sundara Raja Iyengar)

Pengkajian sejarah yang berhubungan dengan keberadaan yoga yang tertua dimuka bumi,adalah temuan kepurbakalaan di Harappa dan Mohenjodaro (Pakistan) berupa patung patung Dewa Siwa dan Dewi Parwati yang sedang melakukan berbagai asanas yang berbeda.Peradaban ini diyakini telah ada sebelum jaman veda (sebelum peradaban bangsa arya). Sejak masa itu tradisi meyakini bahwa pencipta yoga adalah dewa Siwa sendiri sedangkan murid pertamanya adalah Dewi Parwati.Menurut Hatta yoga Pradipika (abad XIV),yang dipercaya sebagai guru yoga pertama adalah Matsya yang kemudian dinobatkan dengan nama Matsyendrasana. Yogi penerang yoga asanas adalah Gorakhnat. Sedangkan Maharsi Patanjali adalah penyusun kitab yogasutra yang popular disebut astanga yoga atau Raja Yoga.Jumlah total asanas dalam system yoga kuno itu,mula mula sebanyak 8.400.000 asanas,menunjuk kepada jumlah total badan wadag atau bentuk bentuk kehidupan yang ada dimuka bumi.Asanas asanas tersebut menggambarkan perubahan yang progresif dari bentuk kehidupan yang paling sederhana menuju kehidupan manusia seutuhnya (ras manusia super).Melewati kurun waktu berabad abad,asanas asanas itu telah berkurang jumlahnya dari beberapa ratus asanas yang diketahui hingga sampai sekarang kurang dari 100 asanas yang dikenal secara terperinci.

Dalam Patanjali Yoga Sutra, Asana atau yogasana merupakan langkah ketiga berupa latihan sikap tubuh untuk mencapai keadaan yang nyaman dan mantap (sthiram sukham asanam). Latihan asanas dilaksanakan untuk memperkuat kemampuan seseorang untuk duduk pada satu posisi secara mantap dan nyaman dalam jangka waktu yang panjang,karena hal ini diperlukan untuk menempuh pelajaran berikutnya seperti pratyahara, dharanam dan dhyanam untuk mencapai Samadhi.Berbagai teknik asanas telah diciptakan oleh para yogi sebagaimana digambarkan dalam naskah kuno Hatta Yoga Pradipika dan Geranda Samhita. Asanas atau Yogasanas merupakan pondasi untuk membangun jalan spiritual,karena itu para yogi menganjurkan praktek asanas sebagai bentuk meditasi dan penyucian batiniah, bukan sekedar olah tubuh belaka. Sebagai jalan menuju Raja Yoga, latihan latihan dalam disiplin Hatta Yoga tidak saja mencakup asanas,melainkan juga pranayama,mudra dan bandha.

Beberapa asanas,partial Hatta Yoga telah memberi kontribusi penting dalam dunia pengobatan moderen dewasa ini ketika manfaat manfaat setiap asanas dieksplorasi melalui riset kesehatan dengan hasil yang sangat efektif sebagai upaya pencegahan dan pengobatan berbagai penyakit.Buku buku tentang Yogic Healing yang mereferensi basis Hatta Yoga pun semakin banyak ditulis pakar kesehatan moderen dalam dekade terakhir ini. Senam Hatta Yoga untuk peremajaan dan kebugaran, mulai bertumbuh dalam club club kebugaran atau sanggar sanggar aerobic di pusat pusat kota.Yogasana dari Hatta Yoga dilakukan secara perlahan dengan perpaduan rileksasi dan konsentrasi.Dengan cara ini,susunan syaraf,kelenjar endokrin dan organ tubuh bagian dalam dan juga otot otot distimulir untuk berfungsi sebagaimana mestinya.Sebab itu,praktik yogasana yang benar akan memberikan efek positif bagi vitalitas fisikal dan kejiwaan yang amat berguna untuk menyembuhkan berbagai penyakit.Yogasanas berkembang pesat sehingga menjadi popular diberbagai belahan dunia; apakah dalam kemasan original Hatta Yoga atau dalam paket lain “bercampur aduk’ dengan seni kebugaran fisik lainnya.Dalam hal yang belakangan ini, konsep konsep Viniyoga atau vinyasa flow of yogic postures menjadi lebih diminati. Karena rangkaian gerak dinamis beberapa asanas ini mirip dengan senam yang lazim dijumpai dalam pusat pusat kebugaran. Beberapa vinyasa yang paling popular misalnya adalah rangkaian asanas Surya Namaskar dan Candra Namaskar,disamping 18 Kriya dari Babaji’s Hatta Yoga yang diyakini mampu memberikan kesehatan,penyembuhan dan peremajaan. Istilah yoga kemudian hampir identik dengan latihan latihan asanas yang dinamis (vinyasa).Sekedar melakukan gerak peregangan atau stretching untuk memudahkan yogasanas pokok (Hatta Yoga), banyak orang mengatakan ia sedang berlatih yoga.Bahkan,ketika melihat figure duduk khusuk dengan tangan bersidekap didepan dada,banyak orang menyebut itu adalah Yoga Samadhi.

Anda yang berminat untuk melanjutkan pemahaman tentang yoga, materi selengkapnya bisa anda baca dalam buku : Karya Tulis Pendiri Premadevi Yoga (Drs.Kadek Yudhiantara,MAP) berjudul ,”Menyingkap Rahasya Yoga”,diterbitkan oleh Paramita Surabaya atau dalam buku “Percik Pemikiran Padepokan Maruti Suta” dari penulis dan penerbit yang sama,tahun 2009.

lihat video yoga klik disini